Kamis, 12 Januari 2012

buah dari berbagi


Suatu ketika, Tuhan memberi  kesempatan kepada seorang manusia untuk bertemu dengan-Nya. Manusia itu berkeinginan melihat bentuk surga dan neraka. Tuhan pun mengabulkanya. Tuhan membimbing manusia tersebut berjalan ke arah dua pintu dan menyuruh si manusia untuk masuk ke dalam.
Di tengah ruangan terdapat sebuah meja sangat besar. Meja tersebut dipenuhi aneka makanan yang sangat lezat. Di sekitarnya terdapat orang2 kurus kering yang terus menerus meneteskan air liur. Di tangan orang2 tersebut terikat sebuah sendok panjang untuk mencapai makanan yang berada di atas meja. Tapi karena sendok tersebut terlalu panjang, mereka tidak dapat menyuapkan ke mulutnya dengan sendok tadi meski bisa mengambil makanan. Tuhan berkata, “ Kamu telah melihat Neraka”
Kemudia orang itu menuju pintu kedua. Di dalam ruangan tersebut terdapat meja besar dengan aneka hidangan lezat di atasnya, sama persis dengan ruangan yang pertama. Namun orang2 yang mengelilingi meja tersebut terlihat sehat dan gembira meskipun di tanganya terlilit sendok yang sangat panjang.
Si manusia pun merasa bingung. Ia bertanya kepada Tuhan, “ apa yang terjadi, kenapa di ruangan ini orang2 itu terlihat sehat dan bergembira?”
Tuhan pun menjawab, “sederhana saja. Orang2 di ruangan ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang. Sementara orang2 yang kelaparan tadi sesungguhnya sangat serakah dan mementingkan kebutuhan sendiri. Mereka mengabaikan keberadaan yang lain dan hanya terpaku pada makanan yang diinginkan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar